
Paparan sinar biru pada manusia memang bisa berasal dari berbagai sumber. Terlalu sering menggunakan perangkat yang memancarkan sinar biru, seperti ponsel dan tablet, bisa mendapatkan paparan lebih banyak dari sebelumnya. Robert Weinstock dari Dewan Penasihat Kesehatan Eyesafe Vision mengatakan, bahwa mata anak-anak sangat rentan, karena kurangnya penyaringan alami. Lensa pada mata anak-anak masih transparan dan jernih, tidak seperti mata orang dewasa yang semakin tebal, karena katarak berkembang secara alami seiring waktu. Selain itu, anak-anak dan remaja lebih berisiko terkena paparan sinar biru, karena biasanya mereka menggunakan gawai dalam jarak yang terlalu dekat dengan mata.
Efek paparan sinar biru yang berlebihan tak muncul dengan segera. Sama seperti seberapa banyak paparan sinar UV matahari hingga bisa membuat kulit terbakar, efek sinar biru akan muncul dalam bentuk yang tak terlalu nyata. Anda mungkin melihat anak Anda kesulitan untuk tidur atau tidur dalam waktu lebih lama, karena sinar biru memengaruhi ritme sirkadian alami. “Sebelum tidur, kita perlu menurunkan paparan cahaya untuk merangsang melatonin di otak. Ini penting untuk neurotransmiter di otak,” jelas Weinstock.
“Ketika seorang anak terpapar ponsel dan tablet dalam waktu lama, terutama di malam hari, itu akan mengekspos sinar biru ke wajah mereka secara tidak wajar. Sehingga, akan menekan produksi melatonin dan membuat anak tak bisa tidur nyenyak,” lanjutnya. Pada anak-anak, kualitas tidur yang buruk bisa mengganggu konsentrasi, gangguan emosional, mudah marah, dan kesulitan di sekolah. “Mengganggu siklus bangun dan tidur dari ritme sirkadian adalah masalah yang signifikan pada anak-anak yang terpapar sinar biru dari gawai. Belum lagi, terlalu banyak terpapar sinar biru bisa menyebabkan masalah pada retina,” papar Weinstock. Membatasi paparan sinar biru Saat ini banyak ponsel dan tablet yang telah memiliki filter sinar biru, sehingga bisa meminimalkan efek buruk dari sinar biru. Selain itu, langkah yang tak kalah pentingnya adalah membatasi waktu penggunaan gawai, terutama pada waktu menjelang tidur.
No comments:
Post a Comment